Cinta….
Rasanya
kalau membahas soal cinta emang gak ada habisnya. Di twitter ku, aku sering
membahas tentang politik (pilpres), so kali ini ijinkan aku buat bahas sedikit
tentang cinta.
Bermula dari saat itu....
Saat itu, aku pikir aku sudah menemukan sosok calon suami yang aku inginkan.
Dia
seorang muslim, baik, lucu, dan juga saat itu aku berpikir dia dewasa, dia juga
suka adventure & fotografi (just like me), ya pokoknya dia udah lebih dari
cukup buat aku, and the most important thing is I know that I started to love
him.
But
guys, this is not an instant process. I said I started to like, to love him…. That’s
all need process, the long one. Kalo
ditanya sejak kapan aku mengenalnya? Jawabnya, udah dari zaman SMA, 5/6 tahunan
yang lalu. Tapi memang aku dan dia mulai bener – bener mengenal itu sejak 2
tahunan yang lalu. Berawal dari twitter, sms-an, dan seterusnya dan seterusnya.
Tetapi,
kadang masa perkenalan yang lama tak menjamin kalo kita telah mengenal orang
itu dengan baik. Mungkin kita hanya
mengenal tampak luarnya saja, tapi watak aslinya…akan terlihat seiring
berjalannya waktu. Time’ll show us the truth.
Teman,
memang kadang apa yang kita rencanakan dan apa yang kita harapkan tak sesuai
keinginan. Pasti ada saja rintangan dan cobaannya. Hidup itu tak semulus yang
kita bayangkan.
Berbicara
soal jodoh, kadang saat kita beranggapan 'si A adalah yang terbaik untukku', tapi
ternyata malah berbalik 180 derajat, si A bukan jodohku. Jadi ingat firman
Allah Swt.:
“.....Boleh
jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang
kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
Okay, back to the topic.
Bagi lelaki seumurannya,
mungkin ‘menikah itu urusan nanti lah, toh masih 22, jodoh gak kemana, yang
penting karir dulu, cari uang, membahagiakan orang tua, beli barang – barang yang
aku inginkan, blablablablablabla….’
Ya,
aku tidak menyangkal pernyataan di atas. Karir boleh jadi prioritas utama,
membahagiakan orang tua itu keinginan yang mulia, tapi sebaiknya semua harus
berimbang.
Sampai
saat ini, jujur saja…aku masih tak habis pikir, (hati) orang bisa berubah
sebegitu berubahnya, atau mungkin memang aku yang belum begitu mengenalnya.
Tapi setidaknya aku berharap dia benar – benar memiliki hati, akal dan
perasaan, setidaknya aku berharap dia tau kalo dia sudah bukan ABG SMA lagi, setidaknya
aku berharap dia punya keberanian, setidaknya aku berharap dia bisa menjadi
lelaki yang benar – benar lelaki.
Memang,
Allah Swt. lah sang pemilik hati. Allah lah Dzat Yang Maha Membolak-Balikan
hati. Dia mampu membolak-balikkannya dengan sangat
mudah.
Semoga saja, suatu saat aku bertemu dengan dia yang juga mencintaMu ya
Allah, Karena aku tahu,
jika dia hanya mencintaiku maka dengan mudah Kau akan membolak-balikan hatinya. :)
And last but not least...Keep positive thinking and husnuzhon to Allah, karena Dia adalah sebagaimana prasangka hambaNya terhadapNya. :)
Semarang, 25 Mei 2014

0 comments:
Post a Comment