Thursday, February 20, 2014

a Human Love Short Story

Posted by Amaliah Khairina at 6:01 AM 0 comments


Seperti sudah TERIKAT, TERKAIT, SUSAH UNTUK DILEPAS.

Seperti sudah tertancap terlalu dalam sehingga jika kau mengambilnya (paksa), akan sangat terasa sakit.


Namun takdir seperti tak bersahabat.

Ketika mungkin tak ada pilihan terbaik selain berjalan sendiri - sendiri.

Bukan karena sudah tak ada cinta, tapi karena ada tembok besar yang siap kapanpun memisahkan.

Ketika melangkah untuk maju adalah pilihan yang salah

Ketika mundur pun juga sudah tak bisa.

Maka pilihan yang ada hanya menunggu.

Menunggu keajaiban.

Menunggu dalam ketidakpastian.

Namun siapa yang mau hidup berlama - lama dalam ketidakpastian.

Dalam tekanan, dalam ketidaktentraman hati.

Dan ketika pilihan yang terbaik adalah berpisah.


Bukan tanpa beban ketika aku mengatakan "berpisah adalah pilihan yang terbaik"

Pilihan yang terbaik memang tidak selalu bisa diterima dengan baik.

Tapi semoga pilihan terbaik ini tak melukai lebih dalam, baik hatiku dan hatimu.



Ya Allah...sungguh ini berat. Sangat berat.

Jika memang tak ditakdirkan untuk bersama, maka sertakan ikhlas di hati kami.

Aku mencintaiMu ya Allah...maka aku memilih untuk melepasnya.

Semoga Engkau me-ridhai jalan yang kami pilih.

Semoga Engkau memberi pengganti yang terbaik untuk kami berdua.

Aamiin ya Rabbal 'alamiin....



Semarang, 20 Februari 2014


@airinamalia


Friday, February 14, 2014

Experiences (Failure) Make You Strong

Posted by Amaliah Khairina at 5:25 AM 0 comments
EXPERIENCES (FAILURE) MAKE YOU STRONG

Setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan. Entah itu gagal seleksi masuk ke sekolah atau kampus favorite, gagal dapat kerja, gagal memenangkan sebuah kompetisi, gagal dapat nilai 100 hahaha… ya gagal apapun lah…dan rasanya ga enak banget. Kecewa, sedih, bete, bahkan ada yang marah – marah dan ga bisa menerima kenyataan… *kalau yang terakhir itu jangan ditiru lah yaa.

Kali ini saya akan membahas mengenai kegagalan mendapatkan beasiswa. Oke, saya ingin sedikit menceritakan pengalaman (pahit) saya dalam meraih beasiswa selama ini.
Well, buat saya yang hanya seorang mahasiswi biasa di salah satu universitas negeri di kota Semarang, wajar lah kalau saya ingin sekali mendapatkan beasiswa. Selain ingin meringankan beban orang tua, saya juga ingin membanggakan orang tua dan keluarga saya kalau saya mampu mendapat beasiswa. Terdengar klise memang, tapi memang begitu adanya. Saya anak pertama dari 3 bersaudara, bisa kalian bayangkan, ada beban di diri saya untuk bisa membantu orang tua walaupun tak seberapa nilainya. *kok malah curhat…

Back to the topic: Scholarship.
Ya, awal cerita dimulai saat saya memasuki kuliah semester 2. Saya mulai sering mencari – cari info beasiswa baik yang diberikan oleh kampus maupun dari luar kampus. Dan saat itu saya pun menemukan tentang info mengenai beasiswa PPA dan BBM. Di setiap kampus di Indonesia pasti ada  beasiswa semacam PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa). Intinya kalau beasiswa PPA itu untuk mereka yang berprestasi dan aktif berorganisasi sedang beasiswa BBM lebih ditujukan untuk mereka yang kurang mampu secara finansial. Dan biasanya pendaftaran beasiswa ini dibuka antara bulan Februari – Maret atau akhir semester ganjil, dan syaratnya minimal adalah semester 3. Singkat cerita, setelah menunggu dua semester untuk bisa meng-apply beasiswa PPA ini, saya pun langsung mendaftar. Pendaftaran saat itu online, hanya mengisi biodata diri, pekerjaan dan penghasilan orang tua, IP & IPK, keaktifan organisasi, serta prestasi yang pernah didapat. Done. Saya pun kemudian menunggu hasilnya, dan saat hari pengumuman tiba, saya pun dinyatakan gagal alias ga lolos. Okay, saat itu saya masih belum terlalu kecewa.. saya masih berpikir positif bahwa banyak yang lebih pantas dan berprestasi dibanding saya. 

Next, saat itu tahun 2012 awal April. Ada pengumuman Beasiswa Djarum. Beasiswa Djarum ini cukup bergengsi di Indonesia. Tanpa ragu, saat itu setelah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, saya pun mendaftar beasiswa Djarum. Sungguh saat itu saya benar – benar sangat berharap bisa menerima beasiswa itu, karena selain akan mendapat beasiswa berupa fresh money setiap bulannya, nantinya para penerima beasiswa juga akan sering mendapatkan pelatihan leadership dan pengembangan soft skills. Tapi tapiii…kenyataan berkata lain, setelah ikut Tes Potensi Akademik (TPA) kemudian langsung pengumuman, saya dinyatakan tidak lolos. Kecewa.

Kemudian di akhir semester 4, saat liburan saya mencoba nge-apply Internship Program yang diadain pemerintah Jepang. Saya mengurus ini itu, ya nyiapin CV, transkrip nilai dan essay, saya kirim via email. Dan sekitar 2 bulan kemudian dapat balesan, daaaaan sekali lagi, saya tidak masuk daftar peserta yang lolos. Ah….

Masih belum kapok untuk mendaftar beasiswa PPA, di akhir semester 5 pun saya kembali mendaftar beasiswa PPA, dan hasilnya nihil. Gagal. Padahal saya sudah cukup yakin akan lolos karena saat itu IP dan IPK saya cumlaude. Sempet sebel juga sih, padahal banyak temen seangkatan yang lolos beasiswa itu, soalnya mungkin kuota paling banyak kan diberikan buat mereka yang semester 5. Dan ini kesempatan banget, eh malah masih gagal. 

Kemudian, saat kemarin semester 6, saya juga sempat meng-apply beasiswa BCA Finance. Saat itu pendaftarannya online, tahap awal hanya mengisi formulir, antara lain  menyebutkan IP terakhir, penghasilan orang tua, prestasi dan keaktifan organisasi. 3 bulan kemudian pengumuman tiba, dan hasilnya pun negative. Hiks. 

Yang terakhir ini, saya mencoba mendaftar program internship juga namanya SUSI Programs yang diadain pemerintah Amerika. Syaratnya saat itu, menyerahkan CV, transkrip nilai dan essay dan tentunya menggunakan bahasa Inggris. Namun hasilnya masih gagal juga. Hahahahaha…Bukan jodohnya. 

Well, I think that’s all my story… Intinya, jangan cepat menyerah. Kegagalan memang seringkali menyakitkan, namun kita harus bisa belajar dari kegagalan itu, jadikan penyemangat untuk bisa lebih baik lagi. Terus belajar dan belajar. Serta jangan lupa berdoa sama Yang Maha Kuasa, Allah Swt.

If there is a will, there is a way..insya Allah.


FYI: Dalam waktu dekat ini, rencananya saya ingin mendaftar beasiswa AAS/ADS. Doakan saya cepat lulus biar bisa mendaftar beasiswa ini ya.. Wish me luck! Bismillah…

Semarang, 14 February 2014

Amaliah Khairina 
 

Lukisan Pena Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos