TERNYATA BUKAN DIA
Ternyata
bukan dia, bukan dia yang selama ini selalu kusebut dalam doaku. Bukan dia. Aku
salah.
Salah
seorang teman dekatku bilang, “Lia, kamu itu terlalu baik apa terlalu polos apa
lugu sih?” Aku hanya menjawab “Aku cuma mencoba untuk positive thinking”
Lalu
temanku itu menjawab, “positive thinking sih positive thinking tp jangan
berlebihan juga. Kamu bisa aja dimanfaatin. Kamu tu lugu. Jangan mau dibodohin
lagi, dikecewain lagi. Kamu udah banyak belajar dari pengalamanmu yang lalu – lalu.
Dan hasilnya apa? Kamu kan yang akhirnya disakitin.”
Lalu
aku cuma diam…..
Entahlah,
entah salah atau benar yang diucapkan teman dekatku itu. Tapi aku memang
mengakuinya sebagian. Fakta tentang diriku yang terkadang membuatku geram
sendiri dan malas mengakuinya.
Yaitu
fakta bahwa aku orang yang mudah
memaafkan dan melupakan kesalahan orang yang pernah mengecewakanku, fakta bahwa aku adalah orang yang dengan begitu
mudahnya luluh hatinya, mudah tersentuh hatinya, fakta bahwa aku adalah orang
yang kerap kali ber-positive thinking, fakta bahwa aku adalah orang yang sulit
jatuh cinta, fakta bahwa aku adalah orang yang gak bisa mencintai 2 lelaki
sekaligus secara bersamaan, fakta bahwa aku itu setia dan fakta bahwa aku adalah orang yang
susah banget move on.
Mungkin
kalian yang membaca ini merasa aku sedang membanggakan diriku sendiri, tapi
sungguh…. Apa aku bisa bangga dengan sifat – sifat ku itu? Yang dengan sifat –
sifatku itu, aku justru kerap kali merasa dikecewakan.
Aku
tau, rasa kecewa gak akan muncul kalo kita tidak menaruh banyak harapan pada
seseorang/sesuatu, kecuali berharap padaNya. Tapi yang namanya manusia, pasti
sedikit banyak pernah berharap pada sesorang, entah pada pasangan sendiri,
orang tua, atau teman – teman kita.
Terkadang
aku berkata pada diriku sendiri, “you’re too kind, girl”. Tapi sungguh, saat
aku mencoba untuk tidak dengan mudahnya memaafkan, ujung2nya pasti aku bakal
luluh. Bakal maafin orang itu. Paling gak bisa yang namanya marahan lama –
lama, dengan siapa pun. Ya, dengan siapa pun. Hahahahaaa dasar watak bawaan,
mau gimana lagi.
Saat
aku akan memutuskan untuk tidak memaafkan sesorang, yang terdengar dari hatiku
adalah ”Udahlah, maafin aja. Bakal ngotorin hati kalo kamu benci, dendam atau
ga memaafkan orang itu. Menuh – menuhin isi hati aja. Udahlah, Alloh aja Maha
Memaafkan hamba – hambanya yang bersalah dan kemudian bertaubat. Masa kamu
gak?. Lagian Allah itu Maha Adil, Allah sendiri nanti yang bakal membalas
mereka – mereka yang pernah mendzolimi kamu.”
As
simple as that.
Tapi
dengan adanya pengalaman – pengalaman yang pernah mampir di hidupku, aku jadi
belajar, aku jadi tau. Semakin tau ragam kepribadian masing2 orang. Kalau pun
aku tak bisa mengubah watak dan kepribadianku, setidaknya aku bisa mengubah
cara berpikir dan berperilaku ku… Terus berusaha mengintrospeksi dan memperbaiki
diri.
But
overall, aku gak nyesel jadi orang baik. Selama dengan sifat2 baik yang aku
miliki, aku bisa membuat orang – orang disekitarku senang, tersenyum, dan
bahagia, so I’ll be happy too. Bahagia itu sederhana bukan?
Biarkan
saja mereka yang menyakitimu, yang mengecewakanmu, yang mendzolimi mu pergi
satu per satu. Mungkin mereka tak pantas berada di dekatmu. You deserve the
best one :)
Ditulis
saat senja tanggal 27 August 2014

0 comments:
Post a Comment